Posted in Stories

lelah aku

Siapakah aku? Pencinta damaitah aku. Haus akan kasih, penghargaan, dan tenggang rasa. Cinta ku bagi yang berbeda denganku, seperti kucinta yang sama denganku. Kalaupun terlalu berbeda, baiknya aku menghargai keberadaannya, tanpa membagi benci.

Siapakah aku? Hausku akan penerimaan. Sudah biasa kudengar tebaran kebencian terhadap yang sama denganku. Tak pernah kuminta lahir di sini, di tempat ini, di lingkungan ini. Aku hanya ingin melihat toleransi, tak butuh ku caci maki atas nama Yang Maha Segalanya.

Harus lakukan apakah ku? 

Lari…

Lari.

Ku ingin lari. Jauh dari tempat ini. Jauh dari orang-orang itu. Jauh dari pekatnya benci itu.

Pergi.

Posted in Stories

suatu pagi…

Tik tok tik tok…

Sayup suara tik tok terdengar di telingaku… Kedua telingaku.

Semburat kuning putih melewati celah terbuka di kedua mataku.

Ah… Rupanya pagi telah tiba.

Dengan malas kugerakkan kedua lengan dan kakiku. Kuregangkan dan kupanjangkan tubuhku. Rupanya aliran darah dalam tubuhku mulai bangun, nyawaku perlahan-lahan terkumpul kembali.

Mataku terkedip perlahan beberapa kali. Satu kali. Dua kali. Tiga kali.

Dapat kulihat langit-langit tinggi berwarna putih dengan pantulan cahaya kuning yang rupanya dipersembahkan oleh mentari.

Di manakah aku?