Posted in review

Review of ‘the life-changing magic of tidying up’

Pernahkah kalian mendambakan rumah yang bersih dan rapi, tapi menyerah untuk mendapatkannya karena sudah lelah berbenah? Atau mungkin kalian sedang merasa tersesat dalam hidup kalian, bertanya-tanya apa yang ingin kalian capai dalam hidup ini?

Dalam buku ‘the life-changing magic of tidying up’, Marie Kondo, seorang konsultan kerapian (ya, konsultan kerapian!) memperkenalkan metode merapikan yang ampuh yang makin marak diterapkan di Jepang dan bahkan dunia.

Lebih dari itu, setelah saya selesai membaca buku ini, saya diajarkan tidak hanya untuk menata barang dan ruangan rumah, tetapi juga untuk menata kembali impian dan kehidupan.

Penulis: Marie Kondo
Penerbit: Bentang Pustaka
ISBN: 978-602-291-244-6
Tahun Terbit: Agustus 2016

💖💖💖💖💖💖💖💖💖

Awal tahun 2016, saya sedang menjalani studi S2 di Amerika Serikat. Saat itu, saya membaca daftar program yang akan ditayangkan di NHK World TV live streaming; mencari tayangan menarik untuk ditonton di akhir pekan. Saya menemukan satu program mengenai Marie Kondo, seorang konsultan kerapian, dengan metode temuannya yang ia sebut KonMari method kepada masyarakat internasional, termasuk di negara Amerika Serikat. “Konsultan kerapian?” pikir saya terheran-heran. Saya pernah mendengar konsultan bisnis, kecantikan, kesehatan, gaya hidup, interior, dan keluarga. Belum pernah saya menemui konsultan kerapian di bacaan mana pun. Atau mungkin saya saja yang tidak tahu.

Di program yang ditayangkan dalam dua sesi tersebut, diperlihatkan bagaimana Marie-san menemukan dan menghadapi berbagai macam kasus yang berbeda dari klien dengan karakterisitik yang berbeda pula. Ada keluarga yang mempunyai tiga anak usia sekolah dengan kondisi rumah yang super berantakan. Ada pula seorang perempuan yang tinggal seorang diri di apartemen yang sudah cukup rapi, tetapi menyimpan banyak barang (yang sangat jarang dipakai, bahkan tidak dipakai) di dalam kamar penyimpanan.

Dari tayangan tersebut, saya tersentuh dan sangat tertarik untuk mengetahui lebih dalam mengenai metode tersebut. Saat saya kembali ke Indonesia bulan Agustus 2016, saya putuskan untuk membeli buku tersebut.

Jadi, bagaimana Konmari membantu kliennya merapikan rumah dan melepaskan masa lalu, bahkan menemukan impian yang lama dilupakan? Adapun pesan-pesan penting dari KonMari method yang ditayangkan di program tersebut dapat pula kita temukan di buku ‘the life-changing magic of tidying up’, yaitu:

  1. Merapikan haruslah sekaligus daripada sedikit-sedikit.
  2. Berbenah yang efektif hanya terdiri dari dua aktivitas esensial, yaitu membuang dan menentukan di mana harus menyimpan barang. Membuang harus didahulukan.
  3. Kita mestinya memilih apa yang hendak kita simpan, alih-alih apa yang hendak kita singkirkan. Simpan barang-barang yang membangkitkan kegembiraan kita. Jika tidak, buang saja.
  4. Pemilahan barang musti berdasarkan kategori, bukan lokasi. Ada urut-urutan kategori terbaik yang dianjurkan, dengan barang kenang-kenangan di urutan terakhir.
  5. Ingat, semua barang, termasuk yang kita buang, sudah berperan dalam hidup kita dan layak menerima ucapan terima kasih.
  6. Berbenah adalah dialog dengan diri sendiri. Kita disadarkan akan keterikatan kita pada masa lalu atau kekhawatiran akan masa depan. Membenahi rumah mampu menguak kembali apa yang kita sukai dan membuat kita percaya diri akan kemampuan kita dalam mengambil keputusan.

Harap kalian sadari bahwa daftar pesan-pesan tersebut merupakan kesimpulan yang saya dapat dengan menonton program tersebut dan membaca buku Marie-san secara menyeluruh. Saya maklum bila kalian yang membaca daftar tersebut memiliki banyak sekali keraguan dan pertanyaan dalam benak kalian. Well, you need to read it to get her thorough messages. 

Marie-san telah bergelut dengan dunia merapikan barang ini sejak ia masih balita! Hobinya adalah membaca majalah interior dan gaya hidup. Membaca kisah hidup Kondo Marie menginspirasi saya; begitu cintanya ia dengan bidang ini hingga akhirnya bisa menjadi konsultan yang dicintai banyak orang. Knowing her struggles through her life opens my eyes about the meaning of perseverance and happiness.

Saya bukan kutu buku yang membaca buku secara rutin. Saya habiskan buku setebal 206 halaman ini dalam satu bulan. Setelah itu, saya praktikkan metode tersebut di rumah saya sendiri. Waktu yang tepat sekali setelah 4 tahun lamanya saya tidak ada di rumah. Meski belum sempurna, saya puas dengan tata barang di rumah. Selain itu, kegiatan ini juga mengingatkan saya akan kenangan-kenangan masa lalu yang tertimbun di dalam kardus.

Selagi merapikan barang, terpikir oleh saya bahwa momen merapikan ini tepat untuk saya. Sesudah melewati masa sekolah, kuliah, dan bekerja, proses ini bagaikan masa ‘istirahat’ dan ‘evaluasi’. Apakah mereka yang masih berumur muda, anak sekolah, maupun remaja akan merasakan sensasi yang sama? Hmm… Entahlah. Akan menarik untuk mendengar langsung komentar dari mereka.

Sungguh buku ini memberikan saya pengalaman dan pengetahuan baru. Saya sangat menganjurkan bagi siapa pun yang ingin memperbaiki penampilan lingkungan rumah -termasuk meja kerja atau dapur Anda- untuk meluangkan waktu membaca buku ini. Believe me, it is worth it!

PS: Dee Lestari, seorang penulis populer, pun memberikan review positif untuk buku yang satu ini. Kalian bisa baca tulisan Dee di sini.

Advertisements

Author:

Meiliana earned her Bachelor's degree from the Department of Health Nutrition, Faculty of Medicine, Universitas Brawijaya in 2011 and her Master's degree from the Department of Nutrition and Dietetics at Saint Louis University in 2016. She has experience as an aupair in Holland and a dietitian at Siloam Hospital Bali. She was also a graduate assistant during her study at Saint Louis University. Her interests are health and nutrition, sport nutrition, teaching, gardening, sustainability, culture (especially Japanese culture), and tempeh. She likes to learn new things so it is possible that she will develop more new interests.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s